blog aqmal




Everyone now, they look back and they're like, "What happened to your sweet image that you used to be?" And I'm like, then when you came out you thought I was too provocative. It's like you can never win. No matter what you do, at the end of the day you can't please everybody, you know. I'm not here to please...

You know, I have such an appreciation for where I am in my life because I've struggled and because I couldn't get signed, and because I couldn't get played … There are times when it can be a lot to deal with but always when I get up in the morning I try to find that very joyful place that reminds me that I would die if someone took it all away. If someone did that I wouldn't be a person anymore.

I think with anybody who’s doing well in the public eye or whatever, there’s always gonna be a shift because people don’t wanna see somebody happy all the time. And they’re gonna try to take shots at you. People are mean, they try to tumble you down. They love to see you cry and mourn. I guess people are really born to be jealous and threat.

Kau bukan member aku

Nak cite cucite pasal trend yang sejak azali dilontarkan muda mudi bahkan tua bangka di seluruh tanah air. Kenapa ramai orang suka cakap ‘member’ bagi merujuk kepada kawan dia. Sebagai contoh situasi, “wei aku lepak dengan member aku” atau “tadi member aku call

Persoalan di sini, apakah rasionalnya kepenggunaan perkataan ‘member’ itu tadi bagi melabelkan kawan atau kenalan kita. Merujuk Google Translate, ‘member’ bermaksud ‘ahli’ atau ‘anggota’ jadi kalau kita gunapakai perkataan itu bagi contoh perbualan diatas, makanya menjadi “wei aku lepak dengan ahli aku” atau “tadi anggota aku call” lihat, ia bagaikan tidak masuk akal!

Terdapat beberapa faktor pendorong bagi kesalahan ini terus dititip remaja kita. Antaranya, ia kedengaran kool, hebad dan bergaya. “member aku wei” “member aku ajak klua” “aku pegi parti member aku” kan? Kedengaran hebat dan bagi orang yang menyebut perkataan ‘member’ ini pun pasti kelihatan hebat dan berasa bangga. Tapi tak tahu apa pencetus rasa bangga itu. Kononnya inilah trend, bahasa teenagers dan ada kelas.

Tapi malangnya, ia langsung tidak berasas! Orang inggeris sendiri tidak menuturkan ‘member’ dalam perbualan mereka. pernahkan anda dengar “im at the mall with my member” atau “i told my member to pick me up at 7” atau “im having fun with my member” Tidak. Ia lebih kedengaran begini “He’s the member of this familyatau “Member of the Board of Director

Ya, lebih patut begini “im at the mall with my buddie” atau “i told my friend to pick me up at 7” atau “im having fun with my colleague” Jadi sama-samalah kita perbetulkan bahasa kita. Gantikan bahasa rojak ‘member’ kepada ‘kawan’ atau ‘kenalan’ Bahasa jiwa bangsa :D